Gejala Psoriasis: Tanda-Tanda, Penyebab, dan Harapan Kesembuhan

Gejala Psoriasis- Psoriasis adalah penyakit kulit autoimun yang berkepanjangan dan memengaruhi jutaan orang di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Sering kali, kondisi ini disalahartikan sebagai masalah kulit biasa, padahal psoriasis lebih rumit dari itu. Penyakit ini melibatkan sistem imun yang keliru menyerang sel-sel kulit sehat. Akibatnya, sel-sel kulit akan berkembang lebih cepat (3-4 hari dibandingkan dengan periode normal 28-30 hari), sehingga menumpuk di permukaan, membentuk bercak merah tebal yang bersisik perak, dan seringkali disertai rasa gatal atau nyeri. Psoriasis tidak menular, tetapi seringkali membawa stigma sosial dan dampak psikologis yang signifikan. Memahami kondisi ini adalah langkah pertama untuk perawatannya dan untuk meningkatkan kualitas hidup. Dalam artikel ini Tim DailySSH.com akan menjelaskan gejala psoriasis. Mari simak lebih lanjut mengenai gejala tersebut!

 

 

Apa Itu Psoriasis?

Psoriasis adalah suatu kondisi kulit yang meradang secara kronis, dicirikan oleh akselerasi dalam pertumbuhan sel kulit. Meskipun lebih terlihat di permukaan kulit, psoriasis termasuk dalam kategori penyakit sistemik yang dapat berdampak pada bagian tubuh lain, termasuk sendi (Artritis Psoriatik), kuku, dan berhubungan dengan masalah kesehatan lainnya seperti penyakit jantung atau diabetes.

Jenis-jenis Psoriasis yang Umum:

  1. Psoriasis Plak (Psoriasis Vulgaris): Ini adalah tipe yang paling umum (sekitar 80-90% kasus). Ditandai dengan bercak merah yang menonjol dan tertutup sisik perak, biasanya muncul di area siku, lutut, kulit kepala, dan punggung bawah.
  2. Psoriasis Guttate: Menampakkan bercak-bercak kecil berwarna merah muda, sering kali muncul setelah seseorang mengalami infeksi (seperti sakit tenggorokan). Lebih sering terjadi pada anak-anak dan remaja.
  3. Psoriasis Inverse (Fleksural): Muncul di lipatan kulit seperti ketiak, selangkangan, dan di bawah payudara. Bercak yang muncul berwarna merah, halus, dan cenderung agak lembap dengan sisik yang minimal.
  4. Psoriasis Pustular: Jenis yang lebih jarang namun lebih serius, ditandai dengan benjolan berisi nanah yang tidak menular, dikelilingi oleh kulit yang meradang.
  5. Psoriasis Eritrodermik: Merupakan jenis yang paling jarang dan parah, menyebabkan kemerahan hampir di seluruh permukaan kulit disertai pengelupasan sisik. Ini adalah kondisi darurat medis.
  6. Psoriasis Kuku: Mempengaruhi kuku di tangan dan kaki, mengakibatkan perubahan warna, lekukan kecil, ketebalan, atau kuku yang terlepas.
Baca Juga :  Mengapa Cedera Frozen Shoulder Bisa Terjadi? Bagaimana Cara Mengatasinya?

 

 

Penyebab dan Faktor Pemicu Psoriasis

Penyebab pasti dari psoriasis masih belum sepenuhnya dipahami, tetapi diyakini melibatkan kombinasi dari faktor genetik dan pemicu eksternal. Ini adalah kondisi autoimun di mana sel T (bagian dari sistem kekebalan tubuh) secara salah menyerang sel-sel kulit sehat, sehingga menyebabkan peradangan dan mempercepat pertumbuhan sel kulit.

Beberapa faktor dapat memperburuk atau memicu gejala psoriasis, antara lain:

  • Stres (baik yang bersifat fisik maupun emosional)
  • Infeksi (terutama radang tenggorokan akibat bakteri streptokokus)
  • Trauma pada kulit (seperti goresan, sengatan matahari, dan gigitan serangga)
  • Penggunaan obat tertentu (seperti beta-blocker, lithium, dan obat antimalaria)
  • Konsumsi alkohol yang berlebihan
  • Kebiasaan merokok
  • Perubahan cuaca (terutama yang kering dan dingin)

 

 

Bagaimana Cara Mengobati Psoriasis?

Saat ini, belum ditemukan pengobatan yang dapat menyembuhkan psoriasis sepenuhnya. Psoriasis adalah kondisi kronis yang memiliki fase remisi (gejala berkurang) dan fase kambuh (gejala kembali memperburuk). Namun, terdapat banyak pilihan perawatan yang dapat sangat efektif dalam mengelola gejala, mengurangi frekuensi kekambuhan, dan meningkatkan kualitas hidup pasien. Sasaran dari terapi ini adalah untuk mengendalikan peradangan dan melambatkan pertumbuhan sel kulit. Perawatan untuk psoriasis bersifat individual, tergantung pada jenis psoriasis, tingkat keparahan, lokasi lesi, dan respons pasien terhadap pengobatan. Sangat penting untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis kulit (dermatolog) untuk mendapatkan diagnosis dan rencana perawatan yang cocok.

Pilihan Pengobatan Utama:

1. Obat Topikal (Pengobatan Oles): Ini adalah metode utama untuk menangani psoriasis ringan hingga sedang. Contoh umum yang digunakan termasuk kortikosteroid topikal (yang meredakan gatal dan peradangan), analog Vitamin D (yang memperlambat pertumbuhan sel kulit), retinoid topikal (yang mengurangi peradangan), inhibitor kalsineurin, asam salisilat, dan tar batubara.

Baca Juga :  Pemahaman Tentang Penyakit Jantung: Berikut Panduan Lengkap Tentang Penyakit Jantung

2. Terapi Cahaya (Fototerapi): Digunakan untuk kasus psoriasis sedang hingga parah, dilakukan di bawah pengawasan dokter. Tipe yang sering digunakan adalah UVB Narrowband (cahaya ultraviolet yang memperlambat pertumbuhan sel kulit) atau PUVA (kombinasi obat psoralen dengan paparan cahaya UVA).

3. Obat Sistemik (Pengobatan Oral atau Injeksi): Digunakan untuk psoriasis yang sedang hingga berat, terutama ketika kondisi ini berdampak pada sendi.

  • Obat Imunosupresif: Seperti Metotreksat dan Siklosporin, yang bertujuan untuk menekan aktivitas sistem kekebalan.
  • Retinoid Oral: Misalnya Acitretin, yang memperlambat pertumbuhan sel kulit.
  • Obat Biologis (Biologics): Bagian dari pengobatan baru untuk psoriasis parah. Mereka berfungsi dengan menargetkan bagian tertentu dari sistem imun yang terkait dengan peradangan akibat psoriasis (contohnya adalimumab, etanercept, ustekinumab).
  • Obat Oral Molekul Kecil (Small Molecule Oral Drugs): Contoh yang ada termasuk apremilast, yang menargetkan jalur molekul dalam sel.

 

 

Gaya Hidup dan Perawatan Diri

Selain pengobatan dari dokter, gaya hidup juga sangat penting dalam mengelola psoriasis:

  • Mengurangi Stres: Stres sering menjadi pemicu; coba praktikkan teknik relaksasi seperti meditasi atau yoga.
  • Menjaga Kelembapan Kulit: Gunakan pelembap tanpa pewangi secara rutin untuk mencegah kekeringan dan pengelupasan kulit.
  • Menghindari Pemicu: Identifikasi dan jauhi faktor-faktor yang dapat memperburuk kondisi Anda.
  • Diet Seimbang: Meskipun tidak ada diet khusus yang ditentukan, pola makan seimbang yang kaya antioksidan dan asam lemak omega-3 dapat sangat membantu.
  • Membatasi Alkohol dan Merokok: Keduanya dapat memperparah keadaan psoriasis.
  • Sinar Matahari Pagi (Secara Terbatas): Terpapar sinar UV alami dalam waktu singkat (sekitar 10-15 menit di pagi hari) bisa bermanfaat, tetapi hindari menghabiskan waktu terlalu lama di bawah sinar matahari.
Baca Juga :  Cara Mengatasi Penyakit Cacar Air? Berikut ini Panduan Lengkap untuk Pemulihan yang Efisien

 

 

Kesimpulan

Psoriasis adalah kondisi yang berkepanjangan, tetapi masih dapat dikelola dengan baik. Dengan diagnosis yang akurat, rencana perawatan menyeluruh dari dokter kulit, serta komitmen pada perawatan diri, individu dengan psoriasis dapat meraih periode remisi yang lebih lama, mengurangi gejala secara signifikan, dan menjalani kehidupan yang produktif dan berkualitas. Selalu komunikasikan gejala dan respons terhadap pengobatan kepada dokter untuk hasil yang optimal.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *